CEO PT. Slash Star Technology, Luhur Santoso dalam rangkaian kegiatan yang dilakukan di Unnes melalui program PUI PRA menyempatkan diri berkunjung di Ruang kecil PT. Inspire Edu Sutarto. Banyak hal yang menjdi bahan permbincangan dari hal yang tidak penting untuk diomongkan sampai hal krusial tentang pendidikan terkait dengan penggunaan AI di era sekarang.
Mengutip dari suatu pernyataan yang didapat dari pelatihan, “AI bagi orang malas, akan menjadikan dia semakin lemah. Ai bagi orang yang rajin, maka akan bisa menjadikan dia semakin produktif”. Saya aminkan pernyataan tersebut dalam dunia pendidikan, kata “orang” bisa bermakna sebagai murid atau guru. Jika murid malas, penggunaan Ai bisa menjadikan siswa tersebut makin lemah. Demikian juga jika digunakan oleh guru, AI bisa menjadikan guru tersebut makin lemah. AI menjadi babu dalam membuatkan seperangkan pembejaran yang sifatnya administratif, sampai materi yang kebanyakan “tak terbaca kembali”, dan diberikan langsung kepada siswa. Tetapi sebaliknya, Jika AI di tangan siswa atau guru yang rajin, maka AI akan menjadikan guru dan siswa tersebut semakin produktif dalam bereksplorasi, bereksperiman, berkarya, serta pembentukan creative thinking dan critical thinkingnya . Kita tidak bisa menganggap AI sebagai musuh, khususnya dalam dunia pendidikan, tetapi co-pilot yang membantu pekerjaan kita.

Sambil menyeruput kopi dingin, saya menyampaikan yang terjadi dilapangan. Ketika guru berpikir dengan mudah membuat perangkat, materi, soal latihan, sampai evaluasi dengan AI, maka siswa akan berpikiran hal yang sama. Soal yang diberikan oleh pengajar, juga akan mudah terselesaikan dengan AI. Guru dan siswa akan makin tergantung dan enggan untuk mengajak otak bekerja. Mungkin yang makin pintar adalah AI, yang kalau dibayangkan ada dialog, tanya jawab antara guru dan siswa di cloud, ruang maya, AI. (sambil tertawa lepas…).
Sampai pada akhirnya, pembicaraan makin ringan, termasuk pada bisnis yang dijalankan masing-masing. Banyak inspirasi yang saya peroleh dari PT. Slash, demikian sebaliknya. Sampai pada keinginan PT. Slash akan membuka kursur Sekolah Koding Indonesia. Tetapi kita sepakat, kalau kita totalitas dalam dunai bisnis, kita berpikirnya bagaimana “bisnis kita tetap jalan, meskipun kita jalan-jalan”.