Uncategorized

Menjadi Guru Matematika Plus

Terkadang mendengan kata kompetisi sekarang ini menjadi terasa tabu dan terlarang dalam dunia pendidikan. Dengan tidak adanya sistem perangkingan dalam kelas-kelas, dengan dihilangkanya label sekolah favorit dan memakai sistem zonasi. Dua contoh tersebut cukup memberikan gambaran menyeramkan kata kompetisi.

Akibat yang ditimbulkan sudah mulai dirasakan, dan yang tampak adalah semangat untuk menjadi yang terbaik berubah menjadi siswa-siswa yang manja, mudah menyerah, pasif, dan menerima keadaan. Hal ini nanti akan menimbulkan kesulitan bagi anak-anak ketika memasuki dunia sesungguhnya yang penuh dengan kompetisi, dimanapun.

Demikian juga pada profesi guru. Disadari lulusan guru cukup banyak. Baik dari PTN maupun dari PTS, baik dari program studi pendidikan maupun dari program studi non kependidikan. Mereka memiliki peluang yang sama untuk menjadi guru. Tentunya yang berhak memilih calon guru mana yang akan dipakai adalah pengguna, yakni sekolah dan manajemennya. Tentunya, pilihan akan jatuh kepada calon guru yang memiliki kemampuan tidak seperti pada umumnya, tetapi memiliki kemampuan dan keahlian lain yang patut diandalkan dan tentunya dibutuhkan oleh sekolah untuk kemajuan ke depan. Salah satu kemampuan itu adalah mampu menyiapkan siswa-siswa untuk memiliki jiwa kompetisi, baik di akademik maupun non akademik. Disinilah kita sebagai guru sebenarnya dihadapkan pada situasi yang namanya kompetisi.

PT. Inspire Edu Sutarto, memberikan peluang untuk menjadikan bapak/ibu menjadi guru plus. Mari bergabung dalam Coaching Pembina OSN bagi guru, baik untuk jenjang SD/MI maupun SMP/MTs.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *