Artikel

Melatih Anak untuk “Berkompetisi”

Sepertinya kata “kompetisi” menjadi kata yang menakutkan dan dilarang. Coba lihat yang terjadi di dunia pendidikan kita. Seperti tidak ada sistem rangking di kelas yang tertuang dalam raport atau laporan kemajuan akademik. Dan kita bisa merasakan, siswa hampir tidak ada motivasinya untuk belajar dan menjadi yang terbaik. Ditambah lagi dengan, “semua nilai akan baik-baik saja di raport”.

Sekolah unggul, atau sekolah favorit juga tidak boleh muncul. Entah itu berkaitan dengan sistem zonasi atau tidak, tetapi menjadikan tidak ada gairah, khususnya sekolah negeri untuk terus memperbaiki kualitas. mengapa cara berpikirnya seperti terbalik. Sekolah sekolah yang dulu “favorit”, dipaksa oleh keadaan untuk menurunkan kualitasnya. Harusnya, sekolah sekolah yang “biasa” didorong untuk bisa menyamakan kualitasnya dengan sekolah “favorit”. Atau sudah tidak ada lagi kompetisi antar sekolah untuk menjadi yang terbaik dan menjadi rujukan bagi sekolah lainnya.

Anak-anak kita menjadi lemah, manja, rentan, dan gampang menyerah. Karena tidak pernah dihadapkan dengan situasi kompetisi (kompetitif). Padahal, di kehidupan yang sesungguhnya, kiat justru akan lebih sering dihadapkan dengan kompetisi. untuk mendapatkan beasiswa, kita akan berkompetisi dengan siswa lainnya yang sama-sama mengingingkan beasiswa. Ketika kita mendaftarkan anak di jenjang sekolah yang lebih tinggi, tentunay yang terbaik, maka kita akan berkompetisi dengan siswa lainnya yang menginginkan hal yang sama. Ketiak suatu saat mendaftar kerja, maka kita juga akan berkompetisi dengan pelamar kerja lainnya. Ataupun ketika sudah bekerja, kita juga akan berkompetisi untuk menjadi pekerja dengan prestasi terbaiknya.

Memang, kompetisi ada sisi negatifnya, tetapi lebih banyak sisi positifnya. dengan kompetisi kita bisa mengajarkan, bahwa untuk menjadi yang terbaik bukanlah hal yang mudah, butuh perjuangan, usaha yang serius. Dengan kompetisi kita bisa melatih, untuk tetap rendah hati ketika menang, menghormati yang kalah. Dengan kompetisi kita bisa melatih anak untuk mengelola diri pada saat menerima kekalahan, sportif. Dan tentunya masih banyak lagi pelajaran yang bisa diajarkan pada anak-anak.

Mari mulai kenalkan dunia kompetisi pada anak-anak kita. banyak kompetisi yang bisa diikuti, baik yang sifatnya akademik maupun non akademik. Sesuaikan dengan bakat dan minat anak-anak. sedemikian hingga anak-anak kita menjadi lebih tangguh dan bisa bersikap ketika suatu saat dihadapkan pada “kompetisi” yang sebenarnya.

Di bidang akademik, kompetisi yang paling bergengsi adalah Olimpiade Sains Nasional (OSN), untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, baik untuk bidang matematika maupun sains. Diluar OSN juga banyak kompetisi-kompetisi yang bisa diikuti, baik levelnya lokal, nasional, maupun internasional. PT. Inspire Edu Sutarto bisa menjadi teman belajar anak-anak mempersiapkan menghadapi dan bersaing untuk menjadi yang terbaik dalam berbagai kompetisi tersebut.

Silahkan hubungi admin, untuk informasi dan pendaftaran dan menjadi sobat inspire.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *