Judul tersebut di atas juga merupakan tampilan di slide kedua paparan yang saya buat dalam pelatihan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan Pengenalan serta Implementasi Pendekatan Deep Learning. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh SMPIT Mutiara Hati yang memiliki motto, Qur’anic and Leadhershio School. Karena, jikalau PTK dilakukan oleh guru untuk mendapatkan angka kredit dalam kenaikan pangkat/jabatan, sekarang sudah tidak terpakai. Karena berdasarkan Permen PANRB Nomor 1 tahun 2023, ditambah dengan Peraturan BKN Nomor 3 Tahun 2023 untuk kenaikan pangkat, angka kredit didapat dari konversi Predikat Kinerja dan Ijazah yang belum pernah dipakai untuk kenaikan. Jika PMM masih ada, bisa dimasukkan, dan mendapatkan poin, bukan angka kredit.
Apakah berarti sudah tidak diperlukan guru melakukan PTK? tentu masih sangat diperlukan. Karena semangat dilaksanakannya PTK adalah memperbaiki kualitas, mutu, proses pembelajaran yang menjadi kegiatan rutin guru, sedemikian hingga berakibat langsung juga terhadap hasil belajar yang diwujudkan dalam bentuk nilai sebagai wujud pencapaian siswa dalam belajar. Setidaknya, ketika guru melaksanakan PTK, dia belajar untuk menjadi seorang Researcher (peneliti), problem solver (pemecah masalah), dan Collaborate Culture (budaya kolaborasi). Hal ini sesuai dengan pendapat dari ahli, bahwa PTK sebagai suatu proses investigasi terkendali bersiklus dan reflektif, bertujuan untuk perbaikan terhadap sistem, cara kerja, proses, isi, kompetensi, atau situasi pembelajaran (Sanford, 1970; Kemmis & Taggart, 1993).
PTK sendiri dalam setiap siklusnya meliputi 4 aktivitas, yakni Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Prinsip dalam melaksanakan PTK bagi guru setidaknya ada 6, yakni, 1) merupakan kegiatan nyata dan rutin, yakni pengajaran, 2) berdasarkan analisis SWOT sebagai dasar berpijak, 3) Kesadaran untuk memperbaiki kinerja, 4) merupakan upaya empiris dan sistemik, 5) Direncanakan secara SMART (Specific, Managable, Acceptable, Realistic, Time-bound), 6) terintegrasi, 7) berkelanjutan, dan 8) sebagai motivasi memperbaiki kualitas.


Sebagai bentuk pelatihan, maka peserta mencoba merefleksikan (brain storming) dengan mencoba menemukan permasalahan yang dihadapi dalam proses belajar mengajar di kelas masing-masing serta menuliskan sedikit rencana apa yang akan dilakukan dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Sedangkan materi kedua tentang Deep Learning, dimana sudah diwujudkan dalam Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam, beserta implementasinya, akan di ulas dalam postingan berikutnya.