Waktu tunggu menjadi salah satu indikator dan pertanyaan yang muncul dalam kagiatan Audit Mutu, baik Audit Mutu Internal Maupun Audit Mutu Eksternal. Demikian juga dalam borang Akreditasi Program Studi dalam Tracer Study yang dihasilkan.
Waktu tunggu mahasiswa, dari data yang dihasilkan masih relatif tinggi. Hal ini dimungkinkan karena para alumni mengejar satu jenis pekerjaan yakni ASN (Aparatur Sipil Negara), atau pekerjaan lain yang langsung mentereng dalam pandangan orang pada umumnya. Wajar, karena itu yang disebut “keinginan”. Kalau tidak, yah mending tidak bekerja. Akibatnya lulusan dengan gelar Sarjana menumpuk dengan status “menunggu”. Menunggu menjadi PNS, menunggu mendapat panggilan, menunggu pekerjaan yang layak dan berpenghasilan besar.
Kembali lagi ke waktu tunggu. Sebenarnya banyak hal, banyak waktu, dan banyak cara yang dapat dilakukan oleh mahasiswa ketika masih menyandang status mahasiswa aktif, yakni bekerja atau menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri dan teman-teman lainnya. Dengan terjun ke dunia kerja lebih cepat, tentunya banyak hal yang didapat, bukan hanya sekedar finansial, tetapi yang lebih penting adalah pengalaman (experience). Sering saya sampaikan, kalau mahasiswa bekerja, setidaknya mengurangi beban orang tua untuk memberikan biaya hidup bagi anaknya. atau bahkan membiayai sekolahnya sendiri tanpa meminta kepada orangtua.

Di sisi lain, ketika mahasiswa sudah bekerja dan mendapatkan pengalaman kerja, maka waktu tunggu menjadi nol. Dan itu sangat menguntungkan dan membawa dampak positif bagi institusi. Nah, PT. Inspire Edu Sutarto mengajar para mahasiswa aktif untuk menjajal pengalaman kerja di bidang pengajaran, konten kreator, dan editor. Silahkan kunjungi Booth kami di Unnes Career Expo 2024 di Gedung Prof. Satmoko. Hari ini hari terakhir kegiatan tersebut. Jangan sampai ketinggalan.