Kami memanggilnya Hugo. Anak periang, tetapi tak banyak bicara. Kecerdasan, ketekunan, dan pemahaman yang kuat akan matematika menjadi modal bagi Hogo mampu melenggang di Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2024. Bukan dari kota besar, tetapi dari sebuah kota kecil di Kabupaten Toba dia tinggal dan bersekolah. SD Yayasan Bonapsogit Sejahtera (YBS) tempat dia menuntut ilmu. Jauh dari hiruk pikuk kota Medan yang tentunya dipenuhi dengan sekolah-sekolah terbaiknya.
Bukan karena saya, tetapi tentunya karena orangtua yang hebat, guru-guru yang tangguh, dan kepala sekolah beserta pengurus yayasan yang punya komitmen dan dedikasi yang tinggi sehingga Hugo bisa menjadi salah satu wakil dari 5 siswa yang menjadi utusan Propinsi Sumatera Utara di bidang Matematika Sekolah Dasar. Saya cukup ikut merasa senang pernah belajar bersama dan sama-sama belajar matematika dalam suatu rangkaian waktu yang singkat.

Dalam proses pembinaan, saya ditanya oleh guru dan pendampingnya, “bagaimana peluang Hugo dalam OSN tahun ini?”. Saya menjawab, bahwa Hugo punya peluang bisa dapat mendali, maksimal di perak atau mungkin di perunggu. Kalau emas, mungkin belum untuk tahun ini. Dugaan ini bukan tanpa dasar tentunya, tetapi dari pengamatan selama melakukan pembinaan dengan Hugo dan mengkomparasikan kemampuan yang dimiliki oleh siswa-siswa yang masuk ke pembianan bersama Inpsire. Teryata benar adanya, hasilnya tidak jauh dari prediksi yang dibuat. Hugo berhasil membawa medali perunggu yang dikalungkan di lehernya untuk orangtua, guru-guru di YBS, dan tentunya untuk Propinsi Sumatera Utara.
Semoga Prestasi di OSN membuka pintu-pintu menuju kesuksesan yang makinlebar. Jangan cepat puas, dan tetaplah menjadi anak periang yang rendah hati. Saya tunggu kiprahnya di ajang OSN jenjang SMP tahun 2026 yah…