
Pengadaan sarana prasarana penunjang memang paling gampang dilaksanakan. Dan tentunya paling empuk bagi para tikus untuk memutar sisa otak untuk menghasilkan cuan. Program ini sudah dapat diduga, dan sudah saya sampaikan juga di postingan terdahulu.
Kita harus berkaca terhadap kasus Chrome book yang sedang bergulir. Bantuan Chromebook juga dalam upaya digitalisasi pembelajaran. Tampak indah memang kalimat yang terucap. Tapi bagaimana hasil evaluasinya? tentunya tiap program harus ada evaluasi, untuk perbaikan program-program selanjutnya. Bukan hanya masalah distribusi sekian banyak chrome book ke sekolah sampai pelosok nusantara, tetapi pasca distribusi, kebermanfaatan dan penggunaannya seperti apa. Apakah tujuan digitalisasi yang ditancapkan di awal sudah terwujud?
300.000 smart board tentunya memiliki anggaran yang lebih besar dari sekedar chrome book. Bukan tidak mendukung perubahan, karena perubahan itu mutlak. Apalagi terkait dengan perubahan menuju kemajuan di bidang pendidikan. Semoga tidak hanya program yang berbasis proyek pengadaan sarana prasarana mewah dan tampak futuristik. Kita tunggu drama pengadaan 300.000 smart board untuk tahun-tahun mendatang.